Fakultas Tarbiyah Logo
IAINHFakultas Tarbiyah
Tenaga Pengajar
Program Studi
Pendidikan Agama Islam (PAI)Pendidikan Bahasa Arab (PBA)Manajemen Pendidikan Islam (MPI)Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
UnduhanschoolDaftar PMB

Newsletter

Dapatkan pembaruan terkini seputar agenda akademik, beasiswa, dan info kegiatan Fakultas Tarbiyah langsung di kotak masuk email Anda.

Pemberitahuan

Alamat Kampus

Kediri, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara 83362

Layanan & Kontak

  • WhatsApp Layanan & PMB+6281907000000
  • Jam LayananSenin - Jumat: 08.00 - 16.00 WITA

Tautan Utama

  • Tenaga Pengajar
  • Program Studi
  • Pendaftaran PMB
  • Galeri Kegiatan
  • Pusat Unduhan

Program Studi

  • Pendidikan Agama Islam (PAI)
  • Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
  • Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
  • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

© 2026 Fakultas Tarbiyah

Fakultas Tarbiyah Logo
IAINHPendidikan Agama Islam (PAI)
Tenaga Pengajar
Akademik & Mutu
Kurikulum & Sebaran MKKinerja Tridharma & MutuKerjasama & Kemitraan
GaleriUnduhanschoolDaftar PMB

Berita & Kabar Kampus

Temukan informasi akademik, kegiatan mahasiswa, dan berita terkini seputar Pendidikan Agama Islam (PAI).

6th Graduate International Conference (GIC)
Menggagas Transformasi Pesantren di Era Global melalui Penguatan Tradisi Islam, Pendidikan Karakter, dan Kewargaan Global
9 Sep 2026Berita Kampus

6th Graduate International Conference (GIC) Menggagas Transformasi Pesantren di Era Global melalui Penguatan Tradisi Islam, Pendidikan Karakter, dan Kewargaan Global

Kediri, Lombok Barat, NTB — Institut Agama Islam Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, turut mengambil bagian dalam 6th Graduate International Conference (GIC) yang mengangkat tema “Transforming Islamic Boarding School in a Changing World: Islamic Tradition, Character Building, and Global Citizenship in Kota Santri, Kediri, West Lombok, Indonesia.”Konferensi internasional ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan dinamika dan masa depan lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tuntutan globalisasi. Tema yang diangkat menegaskan pentingnya menjaga tradisi keislaman sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan kesiapan santri sebagai bagian dari masyarakat global.Dalam forum tersebut, Ustaz Weli Arjuna Wiwaha, M.Pd.I., Wakil Rektor I Institut Agama Islam Nurul Hakim Kediri Lombok Barat NTB sekaligus dosen Prodi PAI, menyampaikan pandangan mengenai pentingnya transformasi pesantren yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan tradisi pendidikan pesantren.Menurutnya, pesantren tidak cukup hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga perlu melakukan adaptasi terhadap perubahan zaman. Transformasi tersebut harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan, membangun karakter santri, serta menyiapkan generasi yang memiliki wawasan global tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislamannya.“Pesantren memiliki kekuatan besar pada tradisi, nilai keagamaan, dan pembentukan karakter. Tantangannya adalah bagaimana kekuatan tersebut dapat ditransformasikan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa kehilangan jati diri pesantren,” ujar Ustaz Weli.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk global citizenship atau kewargaan global. Santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berinteraksi dengan masyarakat yang beragam, memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan global.Konsep transformasi pesantren, menurutnya, perlu dibangun melalui keseimbangan antara Islamic tradition, character building, dan global citizenship. Tradisi Islam menjadi fondasi nilai, pendidikan karakter menjadi kekuatan pembentukan kepribadian, sedangkan wawasan kewargaan global menjadi bekal santri dalam menghadapi perubahan dunia.Kehadiran tema “Kota Santri, Kediri, West Lombok, Indonesia” juga menjadi penegasan bahwa pesantren di daerah memiliki kontribusi penting dalam perkembangan pendidikan Islam, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, budaya, dan peradaban.Melalui 6th Graduate International Conference, diharapkan lahir gagasan-gagasan akademik yang dapat memperkuat transformasi pendidikan pesantren agar semakin adaptif, inovatif, inklusif, dan berdaya saing global, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai luhur tradisi Islam.Bagi Institut Agama Islam Nurul Hakim Kediri, keterlibatan dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat tradisi akademik, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan pemikiran-pemikiran baru bagi pengembangan pendidikan Islam dan pesantren di tengah perubahan dunia.

H
Humas PAI
Perkuat Budaya Mutu, IAI Nurul Hakim Gelar Pembinaan Mutu Perguruan Tinggi Bersama Direktur DIKTIS
16 Agu 2026Akademik

Perkuat Budaya Mutu, IAI Nurul Hakim Gelar Pembinaan Mutu Perguruan Tinggi Bersama Direktur DIKTIS

Kediri, Lombok Barat, NTB — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan tata kelola pendidikan tinggi melalui kegiatan Pembinaan Mutu Perguruan Tinggi yang dilaksanakan pada Ahad, 16 Agustus 2026, di lingkungan IAI Nurul Hakim.Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), sebagai narasumber. Kehadiran pimpinan DIKTIS menjadi momentum strategis bagi IAI Nurul Hakim untuk memperoleh penguatan perspektif akademik dan kelembagaan, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap arah kebijakan pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).Pembinaan mutu perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan secara terencana, terukur, sistematis, dan berkelanjutan. Penguatan mutu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar dan dokumen kelembagaan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, tata kelola, penjaminan mutu, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan kemahasiswaan.Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur sivitas akademika IAI Nurul Hakim. Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, baik dalam mengikuti pembinaan, menyimak pemaparan narasumber, maupun berpartisipasi dalam diskusi dan penguatan gagasan terkait pengembangan mutu akademik.Keterlibatan aktif dosen PAI menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu di tingkat program studi. Sebagai tenaga pendidik yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dosen dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi profesional sekaligus berkontribusi dalam pengembangan tata kelola akademik yang berorientasi pada mutu dan capaian lulusan.Dalam konteks pengembangan Program Studi PAI, pembinaan ini memberikan ruang bagi para dosen untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kurikulum yang relevan, proses pembelajaran yang berkualitas, pengembangan kompetensi dosen, peningkatan publikasi ilmiah, serta penguatan luaran dan capaian pembelajaran mahasiswa. Hal tersebut menjadi bagian integral dalam mempersiapkan lulusan PAI yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.Kehadiran Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. juga memberikan perspektif penting mengenai dinamika dan arah pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Arahan yang disampaikan menjadi bahan refleksi bagi institusi dan seluruh sivitas akademika untuk terus melakukan evaluasi serta menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.Bagi IAI Nurul Hakim, budaya mutu tidak semestinya berhenti pada pemenuhan tuntutan administratif. Mutu perlu dibangun sebagai budaya kerja dan budaya akademik yang tercermin dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, keterlibatan seluruh unsur institusi, termasuk dosen PAI, menjadi faktor penting dalam memastikan proses peningkatan mutu berlangsung secara konsisten.Selain penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan mutu juga diarahkan pada pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah, peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat, penguatan kerja sama, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.Kegiatan pembinaan ini sekaligus memperkuat sinergi antara kebijakan pendidikan tinggi di tingkat nasional dengan strategi pengembangan IAI Nurul Hakim di tingkat institusi. Berbagai arahan dan perspektif yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pijakan dalam merumuskan program kerja yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.Ke depan, hasil pembinaan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta penguatan kolaborasi antarsatuan kerja dan program studi di lingkungan IAI Nurul Hakim.Dengan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, termasuk para dosen Program Studi PAI, IAI Nurul Hakim berkomitmen untuk terus membangun perguruan tinggi Islam yang unggul dalam tata kelola, kuat dalam tradisi akademik, profesional dalam pelayanan, adaptif terhadap perubahan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.Kegiatan Pembinaan Mutu Perguruan Tinggi ini menjadi salah satu langkah konkret IAI Nurul Hakim dalam menjadikan mutu sebagai budaya, keunggulan sebagai tujuan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat sebagai orientasi utama penyelenggaraan pendidikan tinggi.

H
Humas PAI
Ujian Skripsi PAI IAI Nurul Hakim: Menguji Kompetensi, Meneguhkan Integritas Akademik
22 Jun 2026Kemahasiswaan

Ujian Skripsi PAI IAI Nurul Hakim: Menguji Kompetensi, Meneguhkan Integritas Akademik

Kediri, Lombok Barat, NTB — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim terus berkomitmen menjaga kualitas proses akademik melalui pelaksanaan Ujian Skripsi bagi mahasiswa sebagai salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi.Ujian skripsi menjadi momentum akademik bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mempertanggungjawabkan karya ilmiah yang telah disusun melalui proses bimbingan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari persyaratan penyelesaian pendidikan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur ketercapaian kompetensi akademik mahasiswa setelah menjalani proses pembelajaran di Program Studi PAI.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memaparkan hasil penelitian di hadapan dosen pembimbing dan tim penguji. Presentasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pendalaman substansi penelitian, serta pemberian kritik dan saran akademik. Proses tersebut memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam menguasai teori, menentukan dan menerapkan metode penelitian, menganalisis data, serta menyusun argumentasi ilmiah.Berbagai penelitian yang diangkat mahasiswa PAI mencerminkan perhatian terhadap persoalan pendidikan Islam yang berkembang di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Tema penelitian mencakup strategi pembelajaran PAI, pembelajaran Al-Qur’an, pembentukan karakter peserta didik, metode dan media pembelajaran, kompetensi guru, serta berbagai persoalan aktual dalam pendidikan Islam.Melalui ujian skripsi, mahasiswa tidak hanya diuji mengenai hasil penelitian, tetapi juga dilatih untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, objektif, dan bertanggung jawab secara akademik. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi calon sarjana PAI dalam menghadapi dunia pendidikan dan kehidupan profesional.Dosen pembimbing dan penguji memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas karya ilmiah mahasiswa. Berbagai pertanyaan, koreksi, dan masukan yang diberikan menjadi bagian dari proses akademik untuk memastikan bahwa skripsi yang dihasilkan memiliki dasar metodologis yang tepat, argumentasi yang kuat, serta kontribusi terhadap pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Islam.Ketua Program Studi PAI menegaskan bahwa integritas akademik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyelesaian skripsi. Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah secara mandiri, menjunjung tinggi etika penelitian, menghindari plagiarisme, serta bertanggung jawab terhadap setiap data dan argumentasi yang disampaikan.“Ujian skripsi bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa menyelesaikan tugas akhir, tetapi bagaimana mereka mampu menunjukkan kompetensi keilmuan sekaligus mempertahankan integritas akademik. Kami berharap proses ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan tradisi berpikir ilmiah setelah menyelesaikan studi,” ungkapnya.Pelaksanaan ujian skripsi juga menjadi bagian dari upaya Program Studi PAI dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki penguasaan terhadap konsep dan teori Pendidikan Agama Islam, tetapi juga mampu melakukan penelitian dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah.Lebih jauh, hasil penelitian mahasiswa dapat menjadi sumber pengembangan bagi keilmuan PAI. Berbagai temuan yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi referensi, bahan evaluasi, maupun inspirasi bagi pengembangan praktik pendidikan Islam di sekolah, madrasah, maupun masyarakat.Pelaksanaan ujian skripsi dengan demikian menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang berkualitas, objektif, dan berintegritas di lingkungan IAI Nurul Hakim. Program Studi PAI terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk menjadikan penelitian sebagai bagian dari pengembangan ilmu sekaligus sarana memberikan kontribusi nyata terhadap dunia pendidikan.Melalui proses akademik yang terarah dan berkelanjutan, Program Studi PAI IAI Nurul Hakim berkomitmen melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, berintegritas, berkarakter Islami, dan memiliki kemampuan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.Ujian skripsi bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan gerbang menuju pengabdian dan pengembangan keilmuan yang lebih luas. Dari ruang ujian inilah diharapkan lahir para sarjana Pendidikan Agama Islam yang siap mengamalkan ilmu, menjunjung integritas, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam.

H
Humas PAI
IAI Nurul Hakim Inisiasi English Study Club, Perkuat Kompetensi Bahasa dan Jejaring Global
18 Apr 2026Akademik

IAI Nurul Hakim Inisiasi English Study Club, Perkuat Kompetensi Bahasa dan Jejaring Global

Kediri, Lombok Barat, NTB — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri terus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengembangan kompetensi bahasa dan wawasan lintas budaya mahasiswa. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan English Study Club bertajuk “The Opening of English Study Club with International Student” di Aula Kampus 2 IAI Nurul Hakim, Sabtu (18/4/2026).Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menghadirkan mahasiswa internasional asal Sudan dalam sesi sharing dan dialog menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Diskusi membahas pengalaman pendidikan, kehidupan lintas budaya, serta berbagai perspektif mengenai kehidupan sosial dan pendidikan di masing-masing negara.Pembina English Study Club, Musta’in, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas pengalaman, relasi, dan perspektif global mahasiswa.“Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar bahasa, tetapi juga membuka akses terhadap pengalaman, relasi, dan perspektif global. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan daya saing institusi,” ujar Musta’in.Sementara itu, Iman Hidayatullah, dosen IAI Nurul Hakim, menilai interaksi langsung dengan mahasiswa internasional memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memahami keragaman budaya dan perspektif akademik.Ke depan, English Study Club diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem akademik berorientasi global, termasuk pengembangan komunitas bahasa Arab, Jepang, dan Mandarin serta perluasan jejaring akademik dan kolaborasi internasional.Melalui program ini, IAI Nurul Hakim berupaya membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi global, literasi lintas budaya, dan kesiapan berpartisipasi dalam lingkungan internasional.

H
Humas PAI
Perkuat Kompetensi Keislaman dan Kependidikan, Prodi PAI Membersamai Daurah Al-Qur’an Bersama Syaikh Dr. Abdullah Mohammad Hilmy Al-Mishri
8 Mar 2026Kemahasiswaan

Perkuat Kompetensi Keislaman dan Kependidikan, Prodi PAI Membersamai Daurah Al-Qur’an Bersama Syaikh Dr. Abdullah Mohammad Hilmy Al-Mishri

Kediri Lombok Barat, 8 Maret 2026 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) turut berpartisipasi dalam Daurah Al-Qur’an yang diselenggarakan di Al-Mukhlisin Qur’anic College (AQC), Kediri, Lombok Barat. Kegiatan ini menghadirkan Syaikh Dr. Abdullah Mohammad Hilmy Al-Mishri, ulama dan pakar kajian Al-Qur’an, untuk mengkaji keluasan makna dan kandungan Al-Qur’an.Keikutsertaan Prodi PAI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi keislaman dan kependidikan, khususnya dalam memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam. Hal ini relevan dengan peran Prodi PAI dalam menyiapkan calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki wawasan keislaman dan keteladanan akhlak.Dalam kegiatan tersebut, salah seorang pendamping berkesempatan menerjemahkan uraian Syaikh Dr. Abdullah Mohammad Hilmy Al-Mishri kepada para peserta. Kesempatan ini memberikan pengalaman keilmuan yang berharga dalam memahami perspektif dan kedalaman kajian Al-Qur’an yang disampaikan secara langsung oleh seorang ulama.Menggali Kandungan Surah Al-FatihahSalah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah kajian tentang Surah Al-Fatihah. Meskipun hanya terdiri atas tujuh ayat, surah tersebut memiliki kandungan yang luas, mencakup aspek tauhid, ibadah, petunjuk, dan hubungan manusia dengan Allah.Kajian tersebut menegaskan pentingnya mempelajari Al-Qur’an tidak hanya melalui hafalan, tetapi juga melalui pemahaman dan tadabbur. Bagi Prodi PAI, pendekatan ini menjadi penting dalam membangun kompetensi calon pendidik agar mampu mengajarkan Pendidikan Agama Islam secara lebih bermakna dan kontekstual.Dari Hafalan Menuju PengamalanSyaikh Dr. Abdullah Mohammad Hilmy Al-Mishri juga menekankan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan. Para penghafal Al-Qur’an perlu memahami makna, mentadabburi kandungannya, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.Pesan tersebut memiliki relevansi kuat dengan pendidikan Islam. Seorang pendidik tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.Karena itu, penguatan kompetensi Al-Qur’an di lingkungan Prodi PAI diarahkan tidak hanya pada aspek pengetahuan dan hafalan, tetapi juga pada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.Memperkuat Tradisi Keilmuan PAIDaurah Al-Qur’an di AQC menjadi ruang perjumpaan antara ilmu, pendidikan, dan pembinaan keislaman. Kegiatan semacam ini memberikan kontribusi terhadap penguatan tradisi keilmuan Prodi PAI sekaligus memperluas wawasan sivitas akademika dalam memahami Al-Qur’an dan relevansinya dengan pendidikan.Melalui kegiatan keilmuan yang bersentuhan langsung dengan khazanah Al-Qur’an, Prodi PAI terus mendorong lahirnya calon pendidik yang kompeten, berintegritas, berakhlak, dan mampu mentransformasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses pendidikan.Daurah tersebut menjadi pengingat bahwa bersama Al-Qur’an, proses belajar tidak pernah berhenti. Hafalan membutuhkan pemahaman, pemahaman membutuhkan penghayatan, dan penghayatan harus diwujudkan dalam pengamalan.

H
Humas PAI
Perkuat Kompetensi Keislaman, Pembina Yayasan Nurul Hakim Berikan Dauroh Al-Qur’an bagi Mahasiswa dan Dosen PAI
19 Feb 2026Kemahasiswaan

Perkuat Kompetensi Keislaman, Pembina Yayasan Nurul Hakim Berikan Dauroh Al-Qur’an bagi Mahasiswa dan Dosen PAI

Kediri, Lombok Barat, NTB — Komitmen dalam memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur’an terus dikembangkan di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri Lombok Barat. Salah satunya melalui kegiatan Dauroh Al-Qur’an yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen, khususnya dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).Kegiatan tersebut menghadirkan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, TGH. Muharrar Mahfudz, sebagai pemateri. Kehadiran beliau menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperdalam wawasan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat tradisi pembelajaran keislaman di lingkungan perguruan tinggi.Dalam dauroh tersebut, TGH. Muharrar Mahfudz memberikan pembekalan yang menempatkan Al-Qur’an tidak hanya sebagai sumber utama ajaran Islam, tetapi juga sebagai landasan pembentukan karakter, pengembangan keilmuan, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.Bagi mahasiswa PAI, penguatan kemampuan dan wawasan Al-Qur’an memiliki posisi yang sangat strategis. Sebagai calon pendidik agama Islam, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teori dan metodologi pembelajaran, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman terhadap sumber-sumber utama ajaran Islam.Dauroh Al-Qur’an ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi tersebut sekaligus membangun kedekatan intelektual dan spiritual mahasiswa dengan Al-Qur’an. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak berhenti pada aspek hafalan dan pemahaman tekstual, tetapi mampu diinternalisasikan dalam sikap, karakter, serta praktik pendidikan.Selain mahasiswa, keterlibatan dosen dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem akademik. Dosen sebagai pendidik dan pengembang keilmuan memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi.Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antara Pondok Pesantren Nurul Hakim dan IAI Nurul Hakim dalam membangun budaya pendidikan yang memadukan kedalaman keilmuan dengan nilai-nilai keislaman. Pesantren memiliki kekayaan tradisi keilmuan Islam yang dapat terus dikembangkan dan dikontekstualisasikan dalam lingkungan pendidikan tinggi.Melalui Dauroh Al-Qur’an, IAI Nurul Hakim berupaya menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi mahasiswa yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.Khusus bagi mahasiswa Prodi PAI, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berbasis Al-Qur’an, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.Dauroh tersebut sekaligus menegaskan komitmen IAI Nurul Hakim dalam membangun lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, penguasaan keislaman, dan karakter Qur’ani sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan peradaban.

H
Humas PAI
Dari Gagasan Menjadi Karya, Dosen PAI IAI Nurul Hakim Perkuat Kompetensi Riset dan PkM
30 Jan 2026Akademik

Dari Gagasan Menjadi Karya, Dosen PAI IAI Nurul Hakim Perkuat Kompetensi Riset dan PkM

Kediri, Lombok Barat, NTB — Upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas tridarma perguruan tinggi terus dilakukan Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri. Salah satunya melalui Workshop Dosen: Capacity Building Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Sabtu (31/1/2026) di Meeting Room Campus II IAI Nurul Hakim.Workshop tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Sa’i, Sekretaris Kopertais XIV, dan Afifurrahman, M.Si., Ph.D. sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh para dosen IAI Nurul Hakim sebagai bagian dari agenda penguatan kapasitas akademik dan profesionalisme dosen.Sejak awal kegiatan, forum berlangsung interaktif. Para dosen tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai pengembangan ide penelitian, strategi publikasi ilmiah, serta perancangan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.Dosen PAI Aktif Berdiskusi dan Mengembangkan Gagasan RisetSalah satu kelompok yang menunjukkan keterlibatan aktif dalam workshop adalah dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Nurul Hakim. Para dosen PAI turut memanfaatkan forum tersebut untuk mendiskusikan berbagai persoalan pendidikan Islam dan sosial-keagamaan yang dapat dikembangkan menjadi tema penelitian maupun program pengabdian kepada masyarakat.Diskusi tersebut menjadi ruang bagi dosen PAI untuk menghubungkan persoalan yang ditemukan dalam praktik pendidikan dengan kajian akademik. Sejumlah isu terkait pembelajaran PAI, pengembangan kompetensi peserta didik, kurikulum, pendidikan karakter, serta dinamika pendidikan Islam menjadi bagian dari perspektif yang dikembangkan dalam forum akademik tersebut.Keterlibatan dosen PAI juga terlihat dalam proses bertukar gagasan dengan narasumber dan sesama dosen. Melalui interaksi tersebut, para dosen didorong untuk tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi mampu mengubahnya menjadi gagasan penelitian yang terukur dan program pengabdian yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.Bagi Program Studi PAI, penguatan kapasitas penelitian dan PkM memiliki arti strategis. Selain mendukung pelaksanaan tridarma, aktivitas tersebut dapat memperkuat budaya akademik, meningkatkan produktivitas dosen, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Dorong Budaya Riset dan PublikasiDalam workshop, kemampuan dosen dalam menghasilkan penelitian berkualitas menjadi salah satu perhatian utama. Dosen didorong untuk memperkuat kemampuan mulai dari menemukan masalah, menyusun pertanyaan penelitian, menentukan metode, mengolah data, hingga menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal bereputasi.Pada saat yang sama, kegiatan PkM diarahkan agar tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan kegiatan pengabdian sebagai ruang penerapan pengetahuan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lapangan.Dr. Muhammad Sa’i memberikan penguatan mengenai pentingnya peningkatan kapasitas dosen sebagai bagian dari pembangunan mutu perguruan tinggi. Dosen dituntut tidak hanya menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga aktif menghasilkan karya ilmiah dan memberikan kontribusi melalui penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.Sementara itu, kehadiran Afifurrahman, M.Si., Ph.D. memberikan perspektif akademik dan pengalaman praktis dalam pengembangan penelitian. Para dosen memperoleh ruang untuk mendiskusikan strategi pengembangan riset, publikasi, dan peluang kolaborasi akademik.Bagi IAI Nurul Hakim, workshop ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif. Dosen diharapkan semakin aktif melakukan penelitian, menghasilkan publikasi, membangun jejaring akademik, serta mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam pembelajaran dan pengabdian.Khusus bagi dosen PAI, penguatan tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kajian dan inovasi di bidang pendidikan Islam yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan sekolah, madrasah, pesantren, dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, IAI Nurul Hakim menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik. Dosen tidak hanya diposisikan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti, pengembang ilmu pengetahuan, dan penggerak perubahan di tengah masyarakat.Workshop ditutup dengan semangat bersama untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Dosen PAI dan seluruh sivitas akademika IAI Nurul Hakim diharapkan dapat menindaklanjuti hasil workshop melalui pengembangan proposal penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi riset, serta program pengabdian yang lebih terarah dan berdampak.Dari ruang workshop, ikhtiar peningkatan mutu itu dimulai: memperkuat kompetensi dosen, menghidupkan budaya riset, dan menghadirkan ilmu yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

H
Humas PAI
Pembekalan dan Sertifikasi Ulum Syar’i, Rektor IAI Nurul Hakim Dorong Penguatan Kompetensi Mahasiswa PAI
20 Jan 2026Kemahasiswaan

Pembekalan dan Sertifikasi Ulum Syar’i, Rektor IAI Nurul Hakim Dorong Penguatan Kompetensi Mahasiswa PAI

Kediri, Lombok Barat, NTB — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri Lombok Barat terus memperkuat kompetensi akademik dan keislaman mahasiswa melalui kegiatan Pembekalan dan Sertifikasi Ulum Syar’i bagi Mahasiswa Semester V. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya institusi dalam membekali mahasiswa dengan penguasaan ilmu-ilmu keislaman yang relevan sebagai fondasi profesionalisme, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).Pembekalan disampaikan langsung oleh Rektor IAI Nurul Hakim Kediri Lombok Barat, H. Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc., M.Ag., Ph.D. Dalam penyampaiannya, Rektor menekankan pentingnya penguasaan Ulum Syar’i sebagai bagian integral dari kompetensi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam.Menurutnya, mahasiswa PAI tidak cukup hanya memiliki kemampuan pedagogis dan metodologis dalam proses pembelajaran. Mereka juga dituntut memiliki pemahaman keislaman yang kuat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.“Mahasiswa PAI harus memiliki kompetensi yang utuh. Tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga memiliki fondasi keilmuan Islam yang kuat sehingga mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat,” demikian penekanan dalam pembekalan tersebut.Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik maupun profesional. Sertifikasi Ulum Syar’i diharapkan menjadi salah satu instrumen yang dapat memberikan pengakuan terhadap penguasaan kompetensi keislaman mahasiswa selama menempuh pendidikan di IAI Nurul Hakim.Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen IAI Nurul Hakim untuk terus membangun budaya akademik yang mengintegrasikan penguasaan ilmu, kompetensi profesional, dan penguatan nilai-nilai keislaman.Bagi mahasiswa Program Studi PAI, penguatan kompetensi Ulum Syar’i memiliki posisi strategis. Sebagai calon pendidik, mereka akan berhadapan langsung dengan generasi yang tumbuh dalam lingkungan sosial dan digital yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut calon guru Pendidikan Agama Islam memiliki kapasitas keilmuan yang kuat sekaligus kemampuan menyampaikan nilai-nilai Islam secara kontekstual dan relevan.Pembekalan juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan akademik IAI Nurul Hakim. Peningkatan kompetensi mahasiswa perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas dosen, kurikulum, serta ekosistem pembelajaran yang mendukung pencapaian standar mutu perguruan tinggi.Melalui kegiatan Pembekalan dan Sertifikasi Ulum Syar’i ini, IAI Nurul Hakim berharap mahasiswa Semester V semakin siap melanjutkan proses akademiknya dengan bekal keilmuan yang lebih kokoh. Khusus bagi mahasiswa PAI, kompetensi tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk tampil sebagai calon pendidik yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kedalaman pemahaman keislaman.Kegiatan ini sekaligus menegaskan arah pengembangan IAI Nurul Hakim dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter keislaman dan kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.

H
Humas PAI
Kopertais Wilayah XIV Mataram Lakukan Kunjungan Kerja dan Pembinaan di IAI Nurul Hakim, Prodi PAI Perkuat Peran Strategis dalam Pengembangan Mutu Akademik
12 Jan 2026Akademik

Kopertais Wilayah XIV Mataram Lakukan Kunjungan Kerja dan Pembinaan di IAI Nurul Hakim, Prodi PAI Perkuat Peran Strategis dalam Pengembangan Mutu Akademik

Kediri, 12 Januari 2026 — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, menerima Kunjungan Kerja dan Pembinaan dari Kopertais Wilayah XIV Mataram yang sampaikan oleh sekretaris Kopertais Wilayah XIV Mataram Dr. H. Muhammad Sa’i, M.A. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi IAI Nurul Hakim dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan mutu akademik, serta memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.Kunjungan kerja dan pembinaan tersebut diikuti oleh unsur pimpinan dan sivitas akademika IAI Nurul Hakim. Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan kelembagaan, pengembangan program akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi.Salah satu bagian penting dalam penguatan mutu akademik IAI Nurul Hakim adalah keberadaan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebagai salah satu program studi strategis di lingkungan Fakultas Tarbiyah, Prodi PAI memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian visi dan misi perguruan tinggi, khususnya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang pendidikan Islam, memiliki karakter keislaman, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Prodi PAI menjadi bagian penting dari perhatian pengembangan akademik dan kelembagaan. Penguatan Prodi PAI tidak hanya diarahkan pada aspek administratif, tetapi juga pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, kurikulum, kompetensi dosen, keterlibatan mahasiswa, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kerja sama akademik.Sebagai program studi yang mencetak calon pendidik Pendidikan Agama Islam, Prodi PAI memiliki tanggung jawab strategis dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan keilmuan, tetapi juga kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Oleh karena itu, peningkatan mutu Prodi PAI menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari agenda peningkatan kualitas pendidikan di IAI Nurul Hakim.Kunjungan Kopertais Wilayah XIV Mataram juga menjadi ruang evaluasi dan refleksi bagi Prodi PAI untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan. Dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks menuntut program studi untuk adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus tetap menjaga karakter pendidikan Islam dan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi identitas IAI Nurul Hakim.Pembinaan tersebut diharapkan dapat memberikan arah dan penguatan bagi Prodi PAI dalam mengembangkan budaya akademik yang bermutu, sistem pembelajaran yang inovatif, penelitian yang relevan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Dengan demikian, Prodi PAI tidak hanya berfungsi sebagai unit penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai salah satu motor penggerak pengembangan akademik di lingkungan IAI Nurul Hakim.Melalui kunjungan kerja dan pembinaan ini, IAI Nurul Hakim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sinergi antara pimpinan perguruan tinggi, program studi, dosen, mahasiswa, dan Kopertais Wilayah XIV Mataram menjadi modal penting dalam memastikan proses peningkatan mutu berjalan secara berkelanjutan.Bagi Prodi PAI, momentum pembinaan ini menjadi dorongan untuk semakin memperkuat kapasitas kelembagaan dan akademik, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang mampu menjadi pendidik profesional, intelektual muslim, dan agen perubahan di tengah masyarakat.Dengan penguatan tersebut, IAI Nurul Hakim optimistis dapat terus berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, responsif terhadap perubahan, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman serta tradisi kepesantrenan.

H
Humas PAI
Kopertais XIV Lakukan Monitoring dan Evaluasi PTKIS di IAI Nurul Hakim
8 Nov 2025Akademik

Kopertais XIV Lakukan Monitoring dan Evaluasi PTKIS di IAI Nurul Hakim

Kediri, Lombok Barat, NTB — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, menjadi lokasi pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) oleh Kopertais XIV Mataram, Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Muhammad Sa’i, M.A., Sekretaris Kopertais XIV Mataram, sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam.Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan penyelenggaraan pendidikan di IAI Nurul Hakim berjalan sesuai dengan standar, ketentuan, serta arah kebijakan pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Monev juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi capaian, memetakan berbagai aspek yang masih perlu diperkuat, sekaligus memberikan rekomendasi bagi pengembangan institusi secara berkelanjutan.Dalam pelaksanaannya, tim Kopertais XIV Mataram melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan perguruan tinggi, meliputi tata kelola kelembagaan, penyelenggaraan akademik, sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, administrasi, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.Kegiatan tersebut mendapat dukungan dan keterlibatan aktif dari unsur sivitas akademika IAI Nurul Hakim, termasuk para dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Para dosen PAI turut berpartisipasi dalam proses monitoring dengan memberikan informasi, dokumen, serta penjelasan terkait pelaksanaan kegiatan akademik, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Keterlibatan dosen PAI dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa proses akademik di tingkat program studi berjalan secara sistematis dan berorientasi pada peningkatan mutu. Para dosen juga berkontribusi dalam memberikan gambaran mengenai pelaksanaan kurikulum, proses pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta berbagai program akademik yang mendukung pencapaian visi dan misi institusi.Selain sebagai proses evaluasi, kegiatan Monev Kopertais XIV Mataram juga menjadi ruang dialog dan pembinaan antara pengelola perguruan tinggi dengan pihak Kopertais. Melalui proses tersebut, IAI Nurul Hakim memperoleh berbagai masukan strategis yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.Dr. Muhammad Sa’i, M.A., dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Kopertais XIV Mataram, memberikan penguatan mengenai pentingnya tata kelola perguruan tinggi yang efektif, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut memenuhi standar regulatif, tetapi juga perlu membangun budaya mutu yang terintegrasi dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan.Bagi IAI Nurul Hakim, pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan. Keterlibatan aktif dosen, khususnya dosen PAI, menunjukkan adanya komitmen sivitas akademika dalam mendukung proses peningkatan mutu dan penguatan tata kelola akademik di tingkat program studi maupun institusi.Hasil monitoring dan evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar bagi IAI Nurul Hakim dalam menyusun tindak lanjut yang lebih terarah dan berkelanjutan, terutama dalam penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, penguatan kurikulum dan pembelajaran, serta optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).Melalui kegiatan pembinaan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, sinergi antara Kopertais XIV Mataram dan IAI Nurul Hakim diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam yang bermutu, profesional, adaptif, akuntabel, dan berdaya saing.Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar proses pemeriksaan administratif, tetapi merupakan instrumen strategis untuk mendorong budaya mutu dan memastikan perbaikan penyelenggaraan pendidikan tinggi berlangsung secara berkelanjutan.

H
Humas PAI
IAI Nurul Hakim dan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor Gelar Seminar Pendidikan Inovasi dan Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi
31 Okt 2025Berita Kampus

IAI Nurul Hakim dan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor Gelar Seminar Pendidikan Inovasi dan Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi

Kediri, 31 Oktober 2025 — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri Lombok Barat bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyelenggarakan Seminar Pendidikan dengan tema “Inovasi dan Transformasi Pendidikan: Pembelajaran Berbasis Teknologi dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Pesantren” pada Jumat, 31 Oktober 2025.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik antara IAI Nurul Hakim dan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor, sekaligus merespons perkembangan teknologi digital yang semakin memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan tinggi.Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Nurul Hakim turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan Prodi PAI ditunjukkan melalui partisipasi dosen dan mahasiswa dalam mengikuti rangkaian seminar, baik dalam menyimak pemaparan materi maupun dalam diskusi akademik. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Prodi PAI dalam mendorong peningkatan kompetensi akademik mahasiswa serta pengembangan wawasan mengenai inovasi pembelajaran berbasis teknologi.Bagi Prodi PAI, transformasi teknologi dalam pendidikan memiliki arti penting karena calon pendidik tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran dan kompetensi pedagogik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pendidikan. Mahasiswa PAI sebagai calon guru diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman dalam praktik pembelajaran.Seminar ini memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa Prodi PAI untuk memperluas pemahaman mengenai berbagai bentuk inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di perguruan tinggi. Pemanfaatan teknologi dapat dikembangkan melalui pembelajaran digital, media pembelajaran interaktif, platform pembelajaran daring, pemanfaatan sumber belajar digital, serta berbagai pendekatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan mandiri.Dalam konteks perguruan tinggi pesantren, penerapan teknologi dalam pendidikan juga perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan. Teknologi bukan sekadar alat, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tetap menjadikan etika, akhlak, integritas, dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan.Keterlibatan Prodi PAI dalam kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan akademik dan jejaring kelembagaan dengan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor. Kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi Islam tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik, seperti penelitian bersama, seminar dan workshop, pengembangan pembelajaran, publikasi ilmiah, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.Melalui kegiatan seminar ini, mahasiswa Prodi PAI diharapkan semakin siap menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pendidik yang inovatif, adaptif, kreatif, dan berintegritas dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pembelajaran.Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen IAI Nurul Hakim, khususnya Prodi PAI, untuk terus mengembangkan pendidikan yang mampu memadukan kemajuan teknologi, kompetensi akademik, dan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini sekaligus tetap memiliki karakter dan identitas sebagai insan akademik di lingkungan perguruan tinggi pesantren.

H
Humas PAI
Kuliah Umum "Konsep dan Amalan Integriti dari Perspektif Tauhid dan Sejarah Islam" di Kampus Darul Hikmah Kolej, Malaysia
28 Okt 2025Akademik

Kuliah Umum "Konsep dan Amalan Integriti dari Perspektif Tauhid dan Sejarah Islam" di Kampus Darul Hikmah Kolej, Malaysia

KULIAH UMUM“Konsep dan Amalan Integriti dari Perspektif Tauhid dan Sejarah Islam”Tempat: Kampus Darul Hikmah Kolej, MalaysiaPendahuluanIntegriti merupakan salah satu nilai penting dalam kehidupan seorang Muslim. Integriti bukan sahaja berkaitan dengan kejujuran dalam pekerjaan dan kehidupan sosial, tetapi juga berkaitan dengan kesedaran bahawa setiap perbuatan manusia sentiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.Melalui perspektif tauhid, seorang Muslim memahami bahawa keimanan kepada Allah SWT menjadi asas dalam membentuk akhlak, tanggungjawab dan kejujuran. Seseorang yang memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah akan berusaha untuk melaksanakan amanah dengan baik, berlaku jujur dan menjauhi segala bentuk penipuan serta pengkhianatan.Integriti dalam Perspektif TauhidTauhid mengajarkan bahawa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang mengetahui segala sesuatu, sama ada yang dilakukan secara terbuka mahupun tersembunyi. Oleh sebab itu, nilai integriti perlu lahir daripada kesedaran dalaman, bukan hanya kerana adanya peraturan atau pengawasan manusia.Amalan integriti dapat diwujudkan melalui:Bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan.Melaksanakan amanah dan tanggungjawab dengan baik.Menjauhi penipuan, rasuah dan penyalahgunaan kuasa.Berlaku adil kepada semua pihak.Sentiasa bermuhasabah dan memperbaiki diri.Integriti dalam Sejarah IslamSejarah Islam menunjukkan banyak contoh teladan tentang pentingnya integriti. Nabi Muhammad SAW dikenali sebagai Al-Amin, iaitu seorang yang sangat dipercayai kerana kejujuran dan amanah baginda.Para sahabat dan pemimpin Islam juga menunjukkan bahawa kepimpinan bukan sekadar kedudukan, tetapi merupakan amanah yang perlu dipertanggungjawabkan. Nilai kejujuran, keadilan dan tanggungjawab menjadi asas penting dalam membangun masyarakat dan tamadun Islam.PenutupIntegriti merupakan nilai yang perlu diamalkan dalam kehidupan peribadi, pendidikan, pekerjaan dan kepimpinan. Perspektif tauhid memberikan kesedaran bahawa setiap perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.Oleh itu, generasi muda dan warga akademik perlu menjadikan nilai integriti sebagai budaya kehidupan. Dengan menggabungkan kekuatan iman, akhlak yang baik dan teladan daripada sejarah Islam, kita dapat melahirkan masyarakat yang amanah, bertanggungjawab dan berintegriti.“Integriti bukan sekadar nilai, tetapi manifestasi keimanan dan tanggungjawab seorang Muslim kepada Allah SWT.”

H
Humas PAI
Dari Kampus ke Ruang Kelas, Mahasiswa PAI IAI Nurul Hakim Perkuat Kompetensi melalui PPL
16 Sep 2025Kemahasiswaan

Dari Kampus ke Ruang Kelas, Mahasiswa PAI IAI Nurul Hakim Perkuat Kompetensi melalui PPL

Kediri, Lombok Barat, NTB — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim terus berkomitmen mempersiapkan mahasiswa menjadi calon pendidik yang kompeten, profesional, berintegritas, dan berkarakter Islami. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai bagian integral dari proses pendidikan akademik mahasiswa.PPL menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai pengetahuan, teori, dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik pendidikan secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam memahami karakter peserta didik, mengelola kelas, menyusun perangkat pembelajaran, serta menghadapi dinamika pendidikan di lapangan.Menghubungkan Teori dengan PraktikSebagai calon pendidik Pendidikan Agama Islam, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu menerapkan keilmuan secara praktis dan kontekstual. PPL menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori pendidikan di kampus dengan realitas pembelajaran di sekolah dan madrasah.Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas kependidikan, mulai dari melakukan observasi lingkungan sekolah, mengenal karakteristik peserta didik, menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan kegiatan belajar mengajar, hingga melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil pembelajaran.Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan pedagogik sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia pendidikan yang sesungguhnya.Mengasah Kompetensi Calon PendidikPPL juga menjadi sarana strategis untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik. Mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian melalui pengalaman langsung di lingkungan pendidikan.Dalam proses pembelajaran, mahasiswa dituntut mampu memilih metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, memanfaatkan media pembelajaran, mengelola kelas secara efektif, serta menciptakan suasana pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang aktif, kreatif, dan bermakna.Selain kompetensi mengajar, mahasiswa juga belajar membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta lingkungan sekolah. Hal ini menjadi bagian penting dalam membentuk sikap profesional calon guru.Dosen Pembimbing dan Guru Pamong Berperan PentingKeberhasilan pelaksanaan PPL tidak terlepas dari sinergi antara Program Studi PAI, dosen pembimbing, guru pamong, dan sekolah atau madrasah mitra. Dosen pembimbing memberikan arahan dan pendampingan akademik, sementara guru pamong memberikan bimbingan berdasarkan pengalaman praktis di lingkungan pendidikan.Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Berbagai masukan yang diberikan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas kemampuan mahasiswa sebagai calon pendidik.Membentuk Pendidik yang Berkarakter IslamiSebagai mahasiswa PAI, pengalaman PPL tidak hanya diarahkan pada penguasaan keterampilan mengajar, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keteladanan. Seorang guru Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menjadi figur yang mencerminkan nilai-nilai keislaman dalam sikap, ucapan, dan perilaku.Karena itu, selama mengikuti PPL mahasiswa didorong untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, keteladanan, komunikasi yang santun, serta menjunjung tinggi etika profesi pendidik.Program Studi PAI IAI Nurul Hakim memandang bahwa pendidik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan nilai-nilai pendidikan melalui keteladanan dan praktik nyata.Menjadi Bekal Menuju Dunia ProfesionalPengalaman yang diperoleh selama PPL diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja. Berhadapan langsung dengan peserta didik dan lingkungan sekolah memberikan pengalaman yang dapat memperkuat kesiapan mental, profesional, dan akademik mahasiswa.Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, PPL menjadi proses pembentukan identitas mahasiswa sebagai calon guru. Mereka belajar menghadapi tantangan pembelajaran, menemukan solusi atas berbagai persoalan di kelas, serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.Melalui pelaksanaan PPL, Program Studi PAI IAI Nurul Hakim terus berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, keterampilan pedagogik, integritas akademik, kemampuan sosial, serta karakter Islami.Dengan demikian, perjalanan mahasiswa dari kampus menuju ruang kelas bukan sekadar perpindahan tempat belajar, tetapi merupakan proses transformasi dari mahasiswa menjadi calon pendidik profesional. PPL menjadi ruang untuk belajar, mengajar, beradaptasi, sekaligus mengabdi sebagai bagian dari ikhtiar Program Studi PAI IAI Nurul Hakim dalam menyiapkan pendidik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam dan masyarakat.

H
Humas PAI
Perkuat Kurikulum OBE, Langkah Strategis PAI IAI Nurul Hakim Menuju Lulusan Berdaya Saing Global
12 Sep 2025Akademik

Perkuat Kurikulum OBE, Langkah Strategis PAI IAI Nurul Hakim Menuju Lulusan Berdaya Saing Global

Kediri, Lombok Barat, NTB — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim terus melakukan penguatan mutu akademik melalui Workshop dan Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang dilaksanakan pada 12–13 September 2025 di IAI Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, NTB.Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Wildan, M.Pd., Tim Ahli Bidang Kurikulum Kopertais Wilayah XIV Mataram, sebagai narasumber. Workshop menjadi bagian dari langkah strategis Program Studi PAI dalam memastikan kurikulum yang dikembangkan tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan tantangan global.Dosen PAI Aktif Memperkuat Kurikulum Berbasis OBEWorkshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dan pengelola Program Studi PAI secara aktif dalam proses peninjauan dan penyusunan kurikulum. Para dosen tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi turut memberikan masukan, berdiskusi, serta melakukan pemetaan terhadap berbagai komponen kurikulum yang berorientasi pada capaian lulusan.Keterlibatan aktif dosen PAI terlihat dalam pembahasan mengenai profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, struktur mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen.Proses tersebut dilakukan untuk memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara apa yang dipelajari mahasiswa, proses pembelajaran yang dilakukan, dan kompetensi yang harus dicapai setelah menyelesaikan pendidikan.Bagi Program Studi PAI, penyusunan kurikulum berbasis OBE menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas dan keunggulan program studi. Kurikulum diarahkan agar mampu membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan keilmuan Pendidikan Agama Islam, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogis, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta karakter dan integritas keislaman.OBE: Dari Proses Pembelajaran Menuju Capaian LulusanDalam workshop, Dr. Wildan, M.Pd. memberikan penguatan mengenai pentingnya perubahan orientasi dalam pengembangan kurikulum. Implementasi OBE tidak sekadar berkaitan dengan penyusunan dokumen kurikulum, tetapi menempatkan capaian lulusan sebagai titik utama dalam keseluruhan proses pendidikan.Dengan pendekatan OBE, setiap mata kuliah harus memiliki kontribusi yang terukur terhadap pencapaian kompetensi lulusan. Karena itu, perumusan CPL, CPMK, Sub-CPMK, bahan kajian, metode pembelajaran, dan asesmen perlu dirancang secara selaras dan sistematis.Pendekatan tersebut sekaligus mendorong dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih student-centered, kontekstual, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan, memecahkan persoalan, berkolaborasi, berkomunikasi, serta beradaptasi dengan perubahan.Bagi PAI IAI Nurul Hakim, orientasi tersebut menjadi penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan pendidikan Islam yang semakin kompleks. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk berkiprah tidak hanya pada lingkungan pendidikan formal, tetapi juga di pesantren, lembaga pendidikan Islam, masyarakat, serta berbagai bidang profesional yang membutuhkan kompetensi keislaman dan kependidikan.Menyiapkan Lulusan PAI Berdaya Saing GlobalPenguatan kurikulum OBE menjadi bagian dari visi Program Studi PAI untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.Untuk mencapai tujuan tersebut, kurikulum tidak hanya diarahkan pada penguasaan keilmuan keislaman dan kependidikan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan literasi digital, kemampuan komunikasi, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kemampuan berbahasa, serta wawasan global.Keterlibatan aktif dosen dalam penyusunan kurikulum menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Dosen memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap mata kuliah memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan kompetensi mahasiswa dan mendukung pencapaian profil lulusan yang telah ditetapkan.Hasil penyusunan kurikulum juga diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, serta instrumen asesmen yang selaras dengan prinsip OBE.Dengan demikian, penerapan OBE tidak berhenti pada dokumen kurikulum, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar mahasiswa.Komitmen Menuju Pendidikan PAI yang Relevan dan KompetitifPengembangan kurikulum berbasis OBE merupakan salah satu bentuk komitmen PAI IAI Nurul Hakim dalam membangun budaya mutu akademik yang berkelanjutan. Kurikulum akan terus dikembangkan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pengguna lulusan, masukan alumni, masyarakat, dunia kerja, serta dinamika pendidikan Islam.Melalui workshop ini, Program Studi PAI tidak hanya menyusun kurikulum, tetapi juga membangun kesamaan persepsi dan komitmen para dosen untuk menghadirkan proses pendidikan yang berorientasi pada hasil dan dampak.Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi PAI IAI Nurul Hakim dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu Pendidikan Agama Islam, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan berkontribusi dalam lingkungan yang semakin terbuka dan kompetitif.Penguatan kurikulum berbasis OBE menjadi langkah strategis PAI IAI Nurul Hakim untuk bergerak dari sekadar memenuhi standar akademik menuju pendidikan yang berorientasi pada capaian, relevansi, dan daya saing lulusan.Pada akhirnya, kurikulum yang kuat, dosen yang kompeten, dan proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lulusan PAI yang unggul, adaptif, berintegritas, dan berdaya saing global.

H
Humas PAI
Stadium General IAI Nurul Hakim Hadirkan Prof. Dr. Suprafto, M.Ag. Bahas Generasi Berkualitas, Religius, dan Intelek yang Spiritual
5 Sep 2025Akademik

Stadium General IAI Nurul Hakim Hadirkan Prof. Dr. Suprafto, M.Ag. Bahas Generasi Berkualitas, Religius, dan Intelek yang Spiritual

Kediri, 5 September 2025 — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri Lombok Barat menyelenggarakan kegiatan Stadium General dengan mengusung tema “Menjadi Generasi Berkualitas, Religius, dan Intelek yang Spiritual” pada Jumat, 5 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Suprafto, M.Ag., Guru Besar Ilmu Sosial UIN Mataram, sebagai pemateri.Kegiatan tersebut diikuti oleh sivitas akademika IAI Nurul Hakim, khususnya dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Stadium General ini menjadi momentum akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat karakter religius, intelektual, dan spiritual sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi yang berlangsung dengan khidmat. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus meneguhkan semangat persatuan di lingkungan perguruan tinggi.Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor IAI Nurul Hakim, H. Nurul Mukhlisin Asyrafudin, Lc., M.Ag., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, nilai-nilai religius, dan kecerdasan spiritual. Perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, integritas, serta kepedulian sosial.Selanjutnya, kegiatan memasuki acara inti berupa penyampaian materi oleh Prof. Dr. Suprafto, M.Ag. Sebagai Guru Besar Ilmu Sosial UIN Mataram, beliau memberikan pemahaman dan motivasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjadi generasi yang berkualitas di tengah berbagai perubahan sosial dan perkembangan teknologi.Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Suprafto, M.Ag. menekankan bahwa generasi berkualitas bukan hanya generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki religiusitas, akhlak, integritas, dan kecerdasan spiritual. Kemampuan akademik perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai moral agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Mahasiswa juga didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membaca berbagai persoalan sosial secara objektif. Namun demikian, keterbukaan terhadap perkembangan zaman harus tetap diimbangi dengan fondasi agama dan nilai-nilai spiritual yang kuat.Tema “Menjadi Generasi Berkualitas, Religius, dan Intelek yang Spiritual” menjadi relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. Generasi muda tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan membangun relasi sosial yang baik, menjaga moralitas, serta memiliki kesadaran spiritual dalam setiap tindakan.Dosen dan mahasiswa Prodi PAI IAI Nurul Hakim turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Stadium General menjadi ruang penting bagi sivitas akademika untuk memperoleh wawasan baru sekaligus melakukan refleksi mengenai peran mahasiswa sebagai calon pendidik dan bagian dari masyarakat.Sebagai calon pendidik Pendidikan Agama Islam, mahasiswa Prodi PAI diharapkan mampu menjadi generasi yang mampu mengintegrasikan ilmu, iman, akhlak, dan amal. Kompetensi akademik yang dimiliki perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai keislaman serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.Setelah penyampaian materi, seluruh rangkaian kegiatan Stadium General ditutup dengan doa. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta.Melalui kegiatan ini, IAI Nurul Hakim terus berkomitmen menghadirkan ruang-ruang akademik yang mampu mempertemukan keilmuan, religiusitas, dan spiritualitas. Stadium General diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri sehingga mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, religius, intelektual, dan memiliki kecerdasan spiritual, serta siap berkontribusi bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

H
Humas PAI
Kajian Ulum Syar’i, Fondasi Penguatan Epistemologi Keislaman Mahasiswa IAI Nurul Hakim
25 Jan 2025Akademik

Kajian Ulum Syar’i, Fondasi Penguatan Epistemologi Keislaman Mahasiswa IAI Nurul Hakim

Kediri, 25 Januari 2025 — Dalam rangka memperkuat wawasan dan pemahaman keislaman mahasiswa, Institut Agama Islam Nurul Hakim (IAI Nurul Hakim) menyelenggarakan Kajian Ulum Syar’i pada Sabtu, 25 Januari 2025. Kajian ini disampaikan oleh Ustaz M. Zul Azhar, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Nurul Hakim.Kajian Ulum Syar’i menjadi bagian penting dalam membangun fondasi keilmuan mahasiswa, khususnya dalam memahami Islam berdasarkan sumber, prinsip, dan metodologi keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat epistemologi keislaman mahasiswa sehingga mereka memiliki cara pandang yang lebih sistematis, kritis, dan komprehensif dalam memahami berbagai persoalan keagamaan.Dalam kajiannya, Ustaz M. Zul Azhar, M.Pd. menekankan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu syar’i sebagai dasar dalam memahami ajaran Islam. Menurutnya, pemahaman terhadap agama tidak cukup hanya berlandaskan pengetahuan yang bersifat tekstual, tetapi juga membutuhkan penguasaan terhadap berbagai perangkat keilmuan yang membantu seseorang memahami teks dan konteks secara proporsional.Kajian Ulum Syar’i juga diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang mampu mengintegrasikan antara keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan realitas kehidupan. Hal ini menjadi semakin penting bagi mahasiswa PAI yang nantinya memiliki peran strategis sebagai pendidik dan agen penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan ruang untuk memperluas wawasan, memperdalam pemahaman terhadap khazanah keilmuan Islam, serta membangun tradisi akademik yang berorientasi pada penguatan intelektual dan spiritual. Kajian juga menjadi momentum untuk menumbuhkan sikap ilmiah dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat.Program Studi PAI IAI Nurul Hakim terus mendorong kegiatan-kegiatan keilmuan yang dapat menunjang kompetensi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter. Penguatan kajian keislaman melalui Ulum Syar’i diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang memiliki kedalaman ilmu, keteguhan nilai, keluasan wawasan, dan kemampuan mengaktualisasikan ajaran Islam secara bijaksana.Dengan demikian, Kajian Ulum Syar’i tidak hanya menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar IAI Nurul Hakim dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang kuat dan relevan, sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu berkontribusi secara positif bagi pendidikan dan masyarakat.

H
Humas PAI
 Kajian Majlis Jalan Cahaya Special "Rahasia Rezeki dan Kebahagiaan Dunia Akhirat" 2024
26 Apr 2024Akademik

Kajian Majlis Jalan Cahaya Special "Rahasia Rezeki dan Kebahagiaan Dunia Akhirat" 2024

KAJIAN MAJLIS JALAN CAHAYA SPECIAL“Rahasia Rezeki dan Kebahagiaan Dunia Akhirat”Tahun 2024PendahuluanRezeki dan kebahagiaan merupakan dua perkara yang sangat diharapkan oleh setiap manusia. Namun, dalam kehidupan, rezeki bukan hanya berkaitan dengan harta dan kekayaan. Rezeki juga meliputi kesehatan, keluarga, ilmu, ketenangan hati, kesempatan, serta berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.Melalui kajian Majlis Jalan Cahaya Special, kita diajak untuk memahami bahwa rahasia rezeki dan kebahagiaan yang sesungguhnya berawal dari kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.Rahasia Mendapatkan RezekiAllah SWT telah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk-Nya. Namun, manusia tetap diperintahkan untuk berusaha, bekerja, berdoa, dan bertawakal.Beberapa amalan yang dapat membuka jalan rezeki antara lain:Memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.Berusaha dan bekerja dengan cara yang halal.Menjaga kejujuran dan amanah.Memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.Bersedekah dan membantu sesama.Menjaga silaturahmi.Bersyukur atas setiap nikmat yang telah diberikan.Bertawakal kepada Allah setelah melakukan usaha terbaik.Makna Kebahagiaan Dunia dan AkhiratKebahagiaan sejati bukan hanya diukur dari banyaknya harta, jabatan, atau popularitas. Kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketika seseorang memiliki hati yang tenang, keluarga yang harmonis, kehidupan yang penuh rasa syukur, serta kedekatan dengan Allah SWT.Seorang Muslim hendaknya menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana untuk mempersiapkan kehidupan akhirat. Harta dan kedudukan bukan tujuan utama, tetapi amanah yang harus digunakan untuk kebaikan.Kunci KebahagiaanBeberapa kunci untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat adalah:Memiliki iman yang kuat kepada Allah SWT.Menjaga ibadah dan hubungan dengan Allah.Bersyukur dalam keadaan lapang maupun sempit.Bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan.Memiliki hati yang ikhlas dan selalu berbuat baik.Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat.Tidak berlebihan dalam mengejar urusan dunia.Menjadikan akhirat sebagai tujuan utama kehidupan.PenutupRezeki dan kebahagiaan adalah nikmat yang datang dari Allah SWT. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berusaha dengan sungguh-sungguh, menjaga kehalalan dalam mencari rezeki, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.Dengan iman, ikhtiar, doa, rasa syukur, kesabaran, dan tawakal, insyaAllah kehidupan akan dipenuhi keberkahan dan kebahagiaan, bukan hanya di dunia tetapi juga hingga kehidupan akhirat.“Rahasia rezeki bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar keberkahan yang Allah berikan. Kebahagiaan sejati adalah ketika hati dekat kepada Allah dan kehidupan membawa manfaat bagi sesama.”

H
Humas PAI
Seminar Internasional'Introduction of the beauty Of islam
25 Jun 2023Akademik

Seminar Internasional'Introduction of the beauty Of islam

Dr. H. Nurul Mukhlisin Asyrafuddin Menjadi Pemateri Seminar Internasional Introduction of the Beauty of IslamSeminar internasional bertajuk Introduction of the Beauty of Islam menghadirkan Dr. H. Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc., M.Ag. sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Nurul Mukhlisin Asyrafuddin menyampaikan materi yang mengangkat nilai-nilai keindahan Islam serta pentingnya memahami Islam secara utuh, baik dari sisi ajaran, akhlak, maupun kehidupan sosial. Kehadiran beliau sebagai pemateri memberikan wawasan dan perspektif kepada para peserta mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.Seminar internasional ini menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan keindahan Islam kepada masyarakat melalui dialog, penyampaian ilmu, dan pertukaran pemikiran. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mendapatkan berbagai pengetahuan mengenai Islam yang mengedepankan kedamaian, toleransi, akhlak, serta kemaslahatan bagi kehidupan.Melalui seminar Introduction of the Beauty of Islam, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Islam semakin luas dan mendalam, sekaligus dapat memperkuat semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

H
Humas PAI
Kajian Rutin pekanan Halaqah IAI Nurul Hakim"Fiqih Thaharah"
21 Mei 2022Akademik

Kajian Rutin pekanan Halaqah IAI Nurul Hakim"Fiqih Thaharah"

KAJIAN RUTIN PEKANAN HALAQAHIAI NURUL HAKIM“FIQIH THAHARAH”PendahuluanDalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di kalangan civitas akademika, IAI Nurul Hakim menyelenggarakan Kajian Rutin Pekanan Halaqah dengan tema “Fiqih Thaharah”.Kajian ini menjadi salah satu kegiatan keilmuan dan keagamaan yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa, dosen, dan seluruh peserta mengenai pentingnya bersuci dalam ajaran Islam. Thaharah merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim karena menjadi salah satu syarat dalam pelaksanaan berbagai ibadah, khususnya shalat.Materi KajianDalam kajian ini, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar thaharah atau bersuci dalam perspektif fiqih Islam. Pembahasan meliputi pengertian thaharah, macam-macam air, jenis-jenis najis, cara mensucikan diri, wudhu, mandi wajib, serta tayamum.Selain memahami teori, peserta juga diarahkan untuk mengetahui tata cara pelaksanaan thaharah yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan KegiatanKajian Rutin Pekanan Halaqah ini bertujuan untuk:Meningkatkan pemahaman civitas akademika terhadap ilmu-ilmu keislaman.Memperdalam pengetahuan tentang fiqih thaharah.Memberikan pemahaman tentang tata cara bersuci yang benar.Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian.Membentuk pribadi yang lebih disiplin dalam menjalankan ibadah.Memperkuat tradisi keilmuan dan kegiatan keagamaan di lingkungan IAI Nurul Hakim.Pentingnya Memahami Fiqih ThaharahThaharah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan secara fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT. Seorang Muslim perlu memahami tata cara bersuci agar ibadah yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat.Melalui kajian ini, peserta diharapkan mampu memahami berbagai persoalan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan, najis, wudhu, mandi wajib dan tayamum.PenutupKajian Rutin Pekanan Halaqah IAI Nurul Hakim dengan tema “Fiqih Thaharah” diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman keislaman serta meningkatkan kualitas ibadah seluruh peserta.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya IAI Nurul Hakim dalam membangun tradisi akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam, keilmuan, dan pembinaan karakter.“Dengan memahami thaharah, seorang Muslim tidak hanya menjaga kebersihan diri, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menghadap Allah SWT dalam keadaan suci.”

H
Humas PAI

Newsletter

Dapatkan pembaruan terkini seputar agenda akademik, beasiswa, dan info kegiatan Pendidikan Agama Islam (PAI) langsung di kotak masuk email Anda.

Pemberitahuan

Alamat Kampus

Kediri, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara 83362

Layanan & Kontak

  • WhatsApp Layanan & PMB+6281907000000
  • Jam LayananSenin - Jumat: 08.00 - 16.00 WITA

Tautan Utama

  • Tenaga Pengajar
  • Pendaftaran PMB
  • Galeri Kegiatan
  • Pusat Unduhan

© 2026 Pendidikan Agama Islam (PAI) - Fakultas Tarbiyah