Kediri, Lombok Barat, NTB — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan tata kelola pendidikan tinggi melalui kegiatan Pembinaan Mutu Perguruan Tinggi yang dilaksanakan pada Ahad, 16 Agustus 2026, di lingkungan IAI Nurul Hakim.
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), sebagai narasumber. Kehadiran pimpinan DIKTIS menjadi momentum strategis bagi IAI Nurul Hakim untuk memperoleh penguatan perspektif akademik dan kelembagaan, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap arah kebijakan pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Pembinaan mutu perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan secara terencana, terukur, sistematis, dan berkelanjutan. Penguatan mutu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar dan dokumen kelembagaan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, tata kelola, penjaminan mutu, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan kemahasiswaan.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur sivitas akademika IAI Nurul Hakim. Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, baik dalam mengikuti pembinaan, menyimak pemaparan narasumber, maupun berpartisipasi dalam diskusi dan penguatan gagasan terkait pengembangan mutu akademik.
Keterlibatan aktif dosen PAI menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu di tingkat program studi. Sebagai tenaga pendidik yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dosen dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi profesional sekaligus berkontribusi dalam pengembangan tata kelola akademik yang berorientasi pada mutu dan capaian lulusan.
Dalam konteks pengembangan Program Studi PAI, pembinaan ini memberikan ruang bagi para dosen untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kurikulum yang relevan, proses pembelajaran yang berkualitas, pengembangan kompetensi dosen, peningkatan publikasi ilmiah, serta penguatan luaran dan capaian pembelajaran mahasiswa. Hal tersebut menjadi bagian integral dalam mempersiapkan lulusan PAI yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kehadiran Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. juga memberikan perspektif penting mengenai dinamika dan arah pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Arahan yang disampaikan menjadi bahan refleksi bagi institusi dan seluruh sivitas akademika untuk terus melakukan evaluasi serta menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Bagi IAI Nurul Hakim, budaya mutu tidak semestinya berhenti pada pemenuhan tuntutan administratif. Mutu perlu dibangun sebagai budaya kerja dan budaya akademik yang tercermin dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, keterlibatan seluruh unsur institusi, termasuk dosen PAI, menjadi faktor penting dalam memastikan proses peningkatan mutu berlangsung secara konsisten.
Selain penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan mutu juga diarahkan pada pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah, peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat, penguatan kerja sama, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.
Kegiatan pembinaan ini sekaligus memperkuat sinergi antara kebijakan pendidikan tinggi di tingkat nasional dengan strategi pengembangan IAI Nurul Hakim di tingkat institusi. Berbagai arahan dan perspektif yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pijakan dalam merumuskan program kerja yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Ke depan, hasil pembinaan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta penguatan kolaborasi antarsatuan kerja dan program studi di lingkungan IAI Nurul Hakim.
Dengan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, termasuk para dosen Program Studi PAI, IAI Nurul Hakim berkomitmen untuk terus membangun perguruan tinggi Islam yang unggul dalam tata kelola, kuat dalam tradisi akademik, profesional dalam pelayanan, adaptif terhadap perubahan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan Pembinaan Mutu Perguruan Tinggi ini menjadi salah satu langkah konkret IAI Nurul Hakim dalam menjadikan mutu sebagai budaya, keunggulan sebagai tujuan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat sebagai orientasi utama penyelenggaraan pendidikan tinggi.

